News Update :

Aneka Tips

Film Inspirasi

Lagu Inspirasi

Cerita Inspirasi

Tampilkan postingan dengan label biasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biasa. Tampilkan semua postingan

[Inspirasi Luar Biasa] Terus Berjuang, Bu Dhe….

Kamis, 30 Mei 2013

Oleh: TeeaDomo
Bepergian dengan ojeg sudah biasa untukku, bagi jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dari rumah. Pekerjaan kedinasan yang secepatnya harus selesai dengan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, mudah, aman, nyaman dan bersahabat ojeg adalah salah satu alternatif transportasi yang aku gunakan.

 Adalah Bu Dhe, begitu biasa kami memanggilnya, beliau adalah seorang ibu yang sekaligus tulang punggung untuk keluarganya. Bu Dhe selalu setia menemaniku dalam perjalanan dinas dengan menggunakan motor yang berfungsi untuk mengantar beberapa pelanggan menuju tempat yang dikehendaki setiap pelanggannya.

 Aku tak pernah menyangka bahwa sekitar 9 tahun lalu bu Dhe adalah orang yang berkecukupan secara materi. Dia adalah seorang istri dari pegawai BUMN yang sangat terkenal dan memiliki posisi yang cukup lumayan, otomatis secara materi bu dhe dan 3 orang anaknya sudah tak mengalami kesulitan.

 Pada 12 tahun lalu saat bu dhe tengah hamil tua, dia amat sangat terpukul mendapat kenyataan suaminya menikah lagi dengan rekan kerjanya. Awalnya bu dhe mencoba untuk bertahan tetapi setelah beberapa tahun akhirnya Bu Dhe melepaskan suaminya untuk bersama dengan sang istri muda. Menurut bu Dhe memang keputusan yang sulit tetapi dia tidak mau menambah beban sang suami karena sudah mulai tidak memperhatikan keluarga dan jarang pulang. Keputusan untuk berpisah dengan suaminya adalah awal yang sangat menyakitkan buat bu Dhe dan anak-anaknya tetapi dia mencoba tetap bertahan dengan awal mulanya menyibukkan diri dengan berjualan tetapi keadaan tersebut membuat dia tidak dapat melupakan peristiwa yang dia alami dan akhirnya memutuskan untuk menjadi “pengantar konsumen dengan menggunakan motor yang sudah lunas dia cicil” (:baca Ojeg Motor).

 Ternyata setelah dia jalani menjadi seorang ojeg, selain menambah pendapatan rumah untuk mengantarkan anak-anak mengecap pendidikan, dan dia selalu bersyukur dengan mengojeg dapat pula memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Tak pernah dia menghilangkan rizki dari pemberian mantan suami tetapi biaya dari mantan suami tidak sepenuhnya dapat mencukupi kebutuhan kehidupan rumah tangganya.

 Dia pun orang yang selalu bersyukur, walau hanya ditinggalkan sebuah rumah sederhana untuk tiga orang anaknya dan harta lainnya termasuk mobil mewah diambil semuanya oleh mantan suami tetapi dia tidak pernah membenci mantan suami.

 Bu dhe, “Allah tidak akan menguji umatnya diluar dari kemampuannya”. Sungguh suatu prinsip hidup yang sangat ikhlas dan sabar. Ditengah kesulitan masih tetap mampu untuk terus ikhlas dan bersabar. Saat aku mengatakan, “Bu Dhe, mungkin setiap lelaki yang berlimpah uangnya akan memperlakukan wanita seenaknya dan mengkhianati istrinya”.

Menurut Bu Dhe, “Tidak semua laki-laki berduit seperti itu atuh, Bunda….masih banyak laki-laki yang berduit tetapi tetap menghargai istrinya”. Kembali aku kagum pada pemikiran bu Dhe, sungguh dia wanita yang tersakiti tetapi selalu berfikir positif. Hari ini aku mendapatkan energi positif dari bu Dhe dan aku bersyukur mengenal beliau karena filosofi hidupnya yang terus mampu bertahan ditengah banyaknya manusia-manusia yang “galau” karena kondisi ekonomi maupun kondisi lainnya.

Terus berjuang bu Dhe, anak-anakmu sangat membutuhkanmu. Bu Dhe adalah salah satu lambang seorang ibu yang tegar dalam mengahadapi kemelut kehidupan. Bahagia aku mengenalmu, bu Dhe……

 sumber: http://sosbud.kompasiana.com/2013/05/29/terus-berjuang-bu-dhe-560435.html

[Inspirasi Luar Biasa] Kaki Tangan Buntung Jadi Motivator dan Inspirator Kelas Dunia

Rabu, 29 Mei 2013

13698783151339923617
picture : Silke Stuckenbrock/gong.free.adv.
Setiap orang ,dalam perjalanan hidupnya ,mungkin pernah merasakan sebagai orang yang paling menderita dan paling malang nasibnya di dunia ini. Bila hal ini dibiarkan berlarut,akan menyurutkan semangat hidup ,memudar dan kemudian padam…putus asa…

Karena itu, sesekalikita perlu melihat sekeliling . Ada jutaan orang orang yang jauh lebih menderita ,salah satunya adalah orang orang yang invalid (cacat),baik sejak lahir,maupun karena kecelakaan atau penyebab lainnya.

Mengunjungi salah satu panti asuhan anak anak cacat,merupakan salah satu solusi terbaik. Karena akan menghasilkan manfaat ganda: melahirkan rasa peduli ,simpati serta empati kepada sesama . Sekaligus membuka mata hati ,bahwa ternyata diluar diri kita,ada jutaan orang yang jauh lebih menderita. Dibandingkan dengan mereka,penderitaan yang kita alami,tidak ada apa apanya.

Bila selama ini,pikiran dan hati ,serta seluruh indra kita,terpaku pada “saya ” dan secara sadar atau tidak ,mengiring kita menjadi manusia yang egois. Salah satu diantara orang itu adalah penulis sendiri. Karena sakit dan derita,kita merasa berhak untuk menjadi pusat perhatian keluarga dan orang orang sekitar kita.
Dengan melihat dari dekat,mendengarkan bagaimana dalam kondisi tubuh yang cacat,kaki  atau tangan buntung,tidak memiliki jari jari tangan,buta,tuli dan bisu,anak anak ini,bernyanyi:

:” Sungguh Mahabesarlah Tuhan…
segala puji dan syukur kami kepadaMu..
untuk karunia hidup yang telah kami terima…”

Siapapun kita,selama masih memiliki setitik hati nurani,akan tergugah dan menangis,menyaksikan semuanya ini. Dan memberikan kita pencerahan ,bahwa jangan pernah menjadi  orang yang tidak tahu menyukuri hidup!

BUNTUNG KAKI DAN TANGAN,TAPI MENJADI MOTIVATOR DAN INSPIRATOR DUNIA
13698785881476124727
Paul ,berlatih diri,walau masih di rumah sakit. Kegigihan dan semangat hidupnya,mampu memotivasi jutaan orang cacat di dunia/picture: silke stuckenbrock/gong.free.adv
Salah satu dari sekian juta orang orang cacat,entah karena apa,adalah Paul de Gelder,yang tinggal di Australia. Pria bertubuh atletis dan gagah ini, tidak pernah bermimpi,bahwa suatu waktu ia akan kehilangan sebelah kaki dan tangannya.

Namun,seperti kata pepatah :” Untung tidak dapat diraih,malang tidak dapat ditolak”,tahun 2011 ,ketika Paul sedang ikut latihan penyelamatan dilaut lepas,tiba tiba diserang seekor  ikan Hiu raksasa. Teman temannya berusaha menyelamatkan dan melarikan Paul dengan helikopter kerumah sakit terdekat. Tetapi lukanya sudah terlalu parah .Tidak hanya daging ,tapi sebelah tulang kaki dan lengannya remuk. Team dokter ahli tidak berdaya. Satu satunya jalan adalah amputasi. Berarti sebelah kaki  dan sebagian lengannya harus dipotong.
Sejak itu Paul menjadi manusia invalid.Satu kata yang amat sangat menyakitkan. Team dokter dan teman temannya ,menyarankan agar Paul dirawat dipusat rehabilitasi kejiwaan,karena dikuatirkan akan frustasi dan melakukan hal hal yang tidak diinginkan,yaitu bunuh diri. Bayangkan,dari seorang pria gagah dan kuat,kini menjadi seorang yang cacat.

Tetapi Paul dengan keras menolak. Ia yakin akan mampu mengatasi masalahnya. Bahkan ketika masih terbaring ditempat tidur dirumah sakit,Paul minta disediakan alat olah raga. Dengan sebelah tangan yang masih utuh, ia membina ,tidak hanya raganya,tetapi juga jiwanya. Paul ingin membuktikan pada dirinya ,teman teman dan pada dunia,bahwa cacat phisik,bukan berarti segalanya sudah berakhir.

Hanya selang empat bulan ,setelah keluar dari rumah sakit,Paul sudah terjun parasut didampingi temannya. Dan ia juga membuktikan,bahwa sekalipun  kaki dan tangannya buntung karena diserang Hiu,ia tidak mengalami trauma. Paul berenang bersama seekor ikan Hiu,disalah satu akuarium raksasa.

Tekad dan kemauan yang luar biasa Paul,mengundang perhatian berbagai media. Ia diundang untuk menceritakan kisah hidupnya yang dramatis. Maka sejak waktu itu Paul ,menggubah jalan hidupnya,dari seorang life guard dilaut,menjadi seorang motivator dan inspirator . Ia berbicara di hadapan penderita kanker,penderita cacat dan orang orang yang mengalami trauma yang mendalam,memberikan mereka pencerahan,bahwa sakit dan cacat phisik,bukan berarti hidup sudah berakhir.

Saat ini,Paul adalah salah satu dari Motivator dan Inspirator kelas dunia . Ia diundang sebagai pembicara di mana mana,termasuk di Amerika Serikat. Minggu  ini,panitia menyelenggarakan suatu acara jamuan makan malam.bersama Paul ,yang akan diselenggarakan di Austinmer Surl Life Saving Club- New South Wales. Tiket bisa diperoleh dengan biaya $.40.-per orang,dengan menghubungi nomer: 0408 273 443. Tetapi ternyata saya terlambat menghubungi,Karena dalam waktu singkat sudah fullybook. Penuh. Karena begitu antusiasnya masyarakat ingin melihat dan mendengarkan kisah hidup,bagaikan dongeng ,dari Paul de Gelder.
Refleksi:

Membaca sebuah kisah hidup,bisa disikapi dengan 2 cara:
  1. hanya sebagai sebuah bacaan ,mengisi waktu senggang
  2. memetik hikmahnya,bahwa ketika kita merasa sebagai orang yang paling malang di dunia,ketahuilah bahwa diluar sana,masih banyak orang ,yang jauh lebih menderita daripada kita.

Hidup adalah sebuah proses pembelajaran diri tanpa akhir.Kita bisa belajar dari siapapun,bahkan dari setiap kejadian ,betapapun kecilnya. Hal hal kecil,yang bila dimanfaatkan ,akan menghasilkan perubahan besar dalam kehidupan kita..Tempat belajar itu bernama:” Universitas Kehidupan atau University of Life.” Sebuah universitas yang multidimensi.

Kata orang pintar:” Belajarlah dari pengalaman anda.karena pengalaman adalah guru terbaik. ” Tetapi kata orang bijak :” Jangan hanya belajar dari pengalaman anda sendiri,tetapi belajarlah juga dari pengalaman orang lain,karena akan menghadirkan kearifan hidup”.

Pilihan ada ditangan kita. The choice is Yours,but Your Choice is Your Life.

(Tulisan ini terinspirasi oleh kisah hidup yang di muat di LIVING TO TELL THE TALE- Free Wollongong Bulettin Advertiser.)

Desa Mount Saint Thomas, 30 Mei.2013

[Inspirasi Luar Biasa] Dari Penjaga Toko, Menjadi Pengusaha "Fashion" (1)

KOMPAS.com  Bila Anda warga Bandung, bisa jadi Anda mengenal Fresh Fashion dan Khaera Hijab. Dua brand pakaian muslim ini cukup populer di ibu kota Provinsi Jawa Barat tersebut. Pemiliknya adalah Eka Putra, pebisnis yang sukses setelah merangkak benar-benar dari bawah.

Ia mengawali usahanya setelah menjadi pramuniaga di sebuah toko baju. Ceritanya, sekitar tahun 1990, Eka terpaksa keluar dari SMA karena kesulitan ekonomi keluarga. "Ketika itu, saya sudah menjadi tulang punggung keluarga. Jadi, saya putuskan mencari kerja di Bandung," kisah pria kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, 39 tahun silam ini.

Kebetulan, ia punya paman yang membuka toko fashion di Bandung. Toko tersebut menjual aneka produk pakaian pria, mulai dari kaus oblong, kemeja, hingga celana. Barang dagangan diambil dari Jakarta. Di sanalah ia mulai belajar bisnis fashion.

Berkat kerja keras dan kejujurannya, Eka pun menjadi orang kepercayaan sang paman. Ia dipercaya mengelola toko tersebut, mulai dari pengurusan stok, penjualan, hingga pengelolaan harian. Ia bersemangat karena sistem bagi hasil.

Di luar dugaan, dua tahun berselang, sang paman menyerahkan operasional toko seluruhnya kepada Eka. "Saya menjadi semacam pemilik toko. Mengelola modal sendiri, keuntungan sepenuhnya untuk saya. Paman hanya minta saya membayar toko," tuturnya.

Sejak itulah, Eka mulai mengembangkan usaha sendiri dengan mengusung nama Fresh Fashion. Namun, ia belum memproduksi pakaian sendiri, masih mengambil barang dari produsen lain.

Usahanya tak selalu berjalan mulus. Namun, ia terus berjuang, bahkan beberapa kali mengganti konsep bisnis lantaran kurang laku. Hingga 2008, Eka menemukan konsep bisnis yang pas.

Ketika itu, ia mencoba berjualan busana muslim khusus wanita. Jualannya ternyata laris. "Saya pun memutuskan fokus bermain di bisnis fashion Muslimah," kisahnya.

Eka mulai memproduksi sendiri dalam skala kecil, 400-600 potong per bulan. Lantaran permintaan terus meningkat, ia pun berani  memproduksi dalam skala besar. Ia menggandeng perusahaan konveksi untuk memproduksi pakaian yang mengusung merek miliknya.

Kini, ada dua brand busana muslim yang ia miliki. Beda keduanya dari target pasar. Fresh Fashion menyasar kelas menengah dengan harga produk Rp 70.000 hingga Rp 150.000 per lembar. Adapun merek terbarunya, Khaera Hijab, membidik kelas menengah atas. Harganya berkisar Rp 200.000 hingga Rp 400.000 per potong.

Sekarang, tiap bulan, Eka memproduksi sekitar 12.000 hingga 15.000 setel pakaian. Dari kedua brand itu, ia bisa meraup omzet Rp 600 juta-Rp 750 juta per bulan.

Selain dijual melalui 11 outlet yang tersebar di Bandung, Cibaduyut, dan Cirebon, produknya juga sudah merambah seluruh wilayah Tanah Air. Ada ribuan reseller yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan Malaysia. (Bersambung(Revi Yohana)

[Inspirasi Luar Biasa] Dari Tukang Kelapa Menjadi Eksportir

Rabu, 15 Mei 2013


Menceritakan pengalaman keberhasilan,bukan untuk berbangga diri. Juga sama sekali tidak bermaksud menggurui. Melainkan sekedar berbagi . Yang diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi orang lain. Kalaupun ada tanggapan yang miring,adalah hal yang sangat wajar. Karena setiap orang berhak mengeluarkan pendapat pribadi masing masing

.Hidup memang penuh dengan penilaian penilaian. Sepanjang niat kita baik dan menjalaninya dengan cara yang baik,jangan takut akan penilaian orang.




MULAI DARI NOL

Tahun 1965 dan 66 ,pertama kalinya saya mencoba menjadi pedagang keliling ,Padang – Medan. Saya membeli barang barang eks Singapore di Batam dan Pekanbaru dan kemudian menjualnya di kota Medan.Beruntung kami diijinkan oleh tante kami untuk numpang gratis dirumahnya.,yang berlokasi di Jalan Gandhi,Persimpangan Jalan Asia.

Namun karena belum berpengalaman,dalam waktu 2 tahun,seluruh modal ludes,karena rugi. Bahkan masih berutang pada tante dalam jumlah yang cukup besar.( baru kami lunaskan 8 tahun belakangan)

Akhirnya,saya bekerja di pabrik karet ,diluar kota Medan ,yang dulu namanya Petumbak/ Timbang Deli. Kerja keras siang malam,yang menguras seluruh tenaga saya,hingga jatuh sakit. Namun saya tidak punya pilihan lain, sakit atau tidak tetap harus bekerja. Karena saya pekerja kasar . Jadi kalau masuk dapat gaji. Kalau tidak masuk,dengan alasan apapun, ya tidak ada gaji.Masih syukur,pemondokan buruh,disediakan,sehingga tidak usah sewa kamar lagi.

Untuk makan 3 kali sehari saja sangat sulit rasanya. Tapi saya tetap harus bekerja.Kami tidak mungkin lagi membebani tante kami,karena utang saja belum di bayar. Belakangan Pabrik mengalami kebangkrutan,sehingga ditutup.

Saya dan istri ,terpaksa harus pulang kampung lagi. Banyak kata kata sinis,yang kami terima,karena gagal dirantau orang. Tetapi kami menerima semuanya dengan diam. Kami yakin,pasti ada jalan untuk mengubah nasib kami.


Setelah sempat bekerja secara acak, jadi kuli bongkar muat barang, sopir bemo dan sebagainya,akhirnya ,kami menyewa sebuah kedai kecil di pasar,yang sekalian jadi tempat tinggal kami. Ternyata ,sukses itu tidak semudah kita mengucapkannya. Dari hasil jualan kelapa,ditambah gaji istri mengajar,tidak cukup untuk bisa hidup layak. Pada waktu itu anak kami baru satu.

Akhirnya Terbitlah Terang

Penderitaan demi penderitaan ,kami jalani dengan tabah,karena kami yakin.dimana ada kemauan,pasti ada jalannya. Akhirnya ,dengan penuh rasa syukur,8 tahun kemudian saya berhasil menjadi pengusaha. Eksportir .

Tiap tahun kami refreshing keluar negeri.

Terkadang seperti mimpi rasanya. Kalau dulu untuk makan sehari 3 kali saja sudah sangat sulit, sekarang dengan penuh rasa syukur,kami bisa makan sehari di 3 negara.

Saya tidak pernah membandingkan sukses saya dengan suksesnya orang lain.Karena ,mungkin saja,apa yang saya capai dalam 8 tahun bekerja keras,bagi orang lain,dapat dicapai dalam waktu seminggu. Membandingkan sukses kita dengan orang lain,hanya akan mengurangi rasa syukur kita.

Nah,walaupun keberhasilan saya”tidak ada apa apanya” bila dibandingkan dengan orang lain,dengan niat baik saya ingin membagikan pengalaman ini.bahwa dari tukang jual kelapa dan pedagang keliling, berkat kerja keras,tidak kenal putus asa dan berdoa,kami berhasil mengubah nasib.






NASIB ANDA, ADA DITANGAN ANDA.

Your destiny is in your hand and my destiny is in my hand.

Tidak ada yang bisa mengubah nasib anda,kecuali anda sendiri.

Kata kata ini sudah sering kita dengarkan, bahkan mungkin juga sudah kita ucapkan. Tetapi menghafal kata kata bijak,belum berarti apapun,sebelum anda mempraktekkannya dalam kehidupan anda.

Tidak sedikit orang yang meratapi nasibnya,termasuk dari kalangan intelektual. Banyak yang secara salah menterjemahkan ,bahwa ijazah sarjana adalah tiket untuk untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan. Ternyata setelah menjalaninya, kenyataan tidak seperti itu,sehingga menciptakan kekecewaan dan rasa putus asa.

Knowlegde is the way to your success

Ilmu pengetahuan adalah jalan untuk menuju sukses. Benar,tetapi jalan itu tidak mudah dan harus ditempuh dengan kemauan keras. Keinginan dan hasrat hati saja tidak cukup,karena harus disertai dengan mengambil keputusan dan menjalaninya.

Tidak ada kesuksesan yang dapat diraih,tanpa kerja keras. Oleh karena itu jangan pernah mengharapkan memenangkan undian. Kalau hal ini yang diharapkan,maka kita harus hidup seribu tahun. Itupun belum menjamin.



ft.doc.pribado/salah satu sudut New York


BUKAN TITEL YANG MENENTUKAN KESUKSESAN SESEORANG,TETAPI SIKAP MENTALNYA.

Ada ribuan sarjana yang menganggur. Dan tidak sedikit orang yang bergelar doktor, hidupnya pas pasan. Hal ini membuktikan bahwa titel,bukan karcis masuk ke gerbang kesuksesan hidup. Melainkan sikap mental dan keberanian untuk mengambil keputusan dan menjalaninya.

Setiap keputusan,selalu mengandung resiko. Namun resiko harus diambil setelah pertimbangan yang matang. Karena yang paling menyedihkan dalam hidup ini,bukanlah orang gagal ,melainkan orang yang tidak berani mengambil keputusan.

Kegagalan bukanlah berarti segala sesuatunya sudah berakhir. Inilah kunci yang perlu dipahami: Bila kita tidak siap untuk menerima kegagalan,berarti kita sudah memastikan tidak pernah meraih kesuksesan. Karena kegagalan adalah bagian dari kesuksesan itu sendiri. Mustahil orang bisa langsung sukses tanpa pernah gagal. No pain,no gain.

Kehidupan adalah ibarat sebuah kapal. Andalah nachodanya.

A thousand miles of a jouney,begin with one step. Sejauh apapun kita ingin berjalan,selalu harus diawali dengan langkah pertama. Tanpa itu,kita tidak pernah akan pernah sampai kemanapun.

Begitu juga bila kita ingin mengubah nasib,kita ingin meraih sukses, kita ingin mewujudkan semua impian kita,menjadi suatu kenyataan, tapi kita tidak pernah melangkah ,maka semuanya akan menjadi sebuah harapan kosong. Ibarat membangun rumah diatas kertas.Berpikir itu baik,karena pikir itu pelita hati. Tetapi orang yang telalu banyak berpikir dan pertimbangan,biasanya tidak melakukan apapun didalam hidupnya. Maka tidak heran,bila banyak sarjana menganggur,karena terlalu banyak berteori,tapi tidak memiliki keberanian untuk bertindak.

Bila kita mau belajar, maka dengan melihat sekeliling ,mata hati kita akan terbuka. Bahwa sebagian besar orang orang sukses di tanah air kita,bukanlah orang orang yang menyandang titel berlapis lapis,melainkan orang orang biasa,yang memiliki tekad yang luar biasa dan berani mengambil suatu keputusan dalam hidupnya. Setiap keputusan selalu mengandung dua hal : harapan dan kegagalan. Jadi ada resiko,tetapi kita harus berani mengambil resiko,jika ingin maju.

Sebuah perahu yang berlayar di samudra harus siap untuk menghadapi badai dan gelombang, tapi untuk bisa sampai ketempat tujuannya,resiko itu harus diambil. Perahu yang aman dari resiko adalah yang ditambatkan di demarga,tetapi semua orang normal pasti tahu,bahwa bukan untuk itu perahu dibuat.

Semua perubahan diawali dengan pikiran.

Setiap perubahan selalu dimulai dari pikiran. Karena pikiran mendahului prilaku kita.

Semua tehnolog yang ada didunia ini, selalu diawali dari pikiran. Yang dulunya hanya sebuah impian,sekarang sudah menjadi suatu kenyataan. Kejadian ini akan terus berkelanjutan,selama dunia terkembang. Prinsipnya adalah : manusia itu membatasi dirinya sendiri,sesuai dengan apa yang dapat dijangkau oleh daya pikirnya. Apabila ia percaya ia bisa,maka ia akan mampu meraihnya. Sebaliknya bila seseorang percaya bahwa nasibnya memang harus jadi kuli,maka ia akan jadi kuli seumur hidupnya. Hukum tabur tuai. Setiap orang menuai apa yang ditaburkannya. Yang tidak pernah menabur,jangan pernah harap akan menuai.

You are what you think. Anda akan menjadi seperti apa yang anda pikirkan. Sebuah ungkapan yang mungkin sudah dianggap kuno,tetapi tetap up to date untuk disimak dan dipraktekkan dalam hidup.

Bila seseorang berpikir bahwa ia akan gagal,maka kegagalan akan jadi miliknya.Sebaliknya bila ia berpikir ia akan sukses,maka kesuksesan akan datang. Bila kita berpikir akan jatuh sakit, maka hal itupun akan terjadi. Kekuatan pikiran akan menghadirkan apa saja yang kita yakini. Karena itu orang yang selalu mengisi hidupnya dengan keluh kesah dan yakin bahwa sakitnya tidak bisa tersembuhkan lagi,maka tidak akan ada lagi yang dapat menyelamatkannya,karena ia sudah memvonis dirinya sendiri.

Jangan lupa,bahwa segala sesuatu yang besar,selalu diawali dengan sesuatu yang kecil. Orang mulai membangun gedung,selalu diawali dengan mendirikan fondasi. Tidak mungkin tiba tiba ada bangunan ,tanpa mengawali dengan fondasi.

Dengan mengubah cara kita berpikir,maka sikap mental kitapun ikut berubah. Perubahan pada sikap mental,baik langsung ataupun tidak ,akan mengubah prilaku kita. Maka hidup kita juga akan berubah. Pilihan ada ditangan kita masing masing. Seandainya saya tidak bekerja keras unt

uk mengubah nasib ,maka hingga saat ini kemungkinan saya masih jadi tukang jual kelapa di pasar kumuh. Nah,kalau saya bisa ,mengapa anda tidak ?





Mt.St.Thomas, 14 Mei ,2013

Salam hangat ,

Tjiptadinata Effendi

[Insprirasi Luar Biasa] Pedagang Asongan Hasil Jutaan



Selasa sore kemarin ketika bersama anak-anak menjemput istri di mulut gang tidak jauh dari rumah, saya menjumpai seorang pedagang keliling yang sedang mengemasi dagangannya diemperan ruko. Pedagang itu ternyata menjual peralatan-peralatan dapur. Saya agak tertarik dengan sendok nasi yang terbuat dari kayu pohon kelapa karena tekstur yang bergurat-gurat itu. Saya perhatikan dari penampilan fisik pedagang itu kemungkinan besar berasal dari jawa, dan dengan percaya diri saya coba menanyakan harga 1 sendok nasi incaran saya tadi dalam bahasa jawa. Ini trik yang biasa saya gunakan untuk mendapatkan harga yang murah dari pedagang yang berasal dari jawa dan selalunya berhasil. Ternyata dugaan saya benar, lelaki itu tersenyum dan menjawab pertanyaan saya dengan bahasa jawa pula. Singkat cerita akhirnya saya bisa mendapatkan 1 sendok nasi dan 1 sendok sayur panjang dengan harga yang sangat miring dibanding jika membeli di pasar atau supermarket.


Sembari menyaksikannya mengemasi barang dagangan, pertama saya coba bertanya sedikit tentang asalnya. Rupanya ia berasal dari Solo, tepatnya daerah Karanganyar. Ya Karanganyar memang masih termasuk dalam karesidenan Solo/Surakarta. Maka tidak salah memang jika pada awalnya ia mengaku dari Solo, karena Solo lebih dikenal orang kebanyakan. Sudah hampir 2 bulan ia merantau untuk berjualan peralatan dapur di kota Medan. Oh ya, namanya Rustam, tinggal di kawasan Medan Marelan bersama 40-an orang sesama pedagang keliling asal pulau Jawa. Mereka mengontrak rumah dan setiap bulan cukup ditarik 80 ribu rupiah termasuk uang sewa rumah, air dan lisrik. Pagi-pagi sekali Rustam sudah berangkat menuju pasar yang menurutnya hari itu akan ramai. Sesuai feeling saja, karena terkadang ia bisa berdagang sampai ke pasar-pasar yang ada dipinggiran kota Medan. Lalu ketika pasar sudah terlihat sepi maka ia akan mulai berjualan berkeliling hingga sore hari. Beraneka macam barang dagangannya, ada pisau dapur, saringan minyak, berbagai tipe sendok nasi, parang, gergaji sampai kemoceng. Seperti yang terlihat pada foto berikut ini.




Kelihatannya barang yang dijual oleh Rustam terlihat sepele, tetapi alangkah terkejutnya saya ketika tahu bahwa setiap minggu ternyata ia mampu mengirim uang untuk keluarga yang ada di jawa minimal 1 juta. Berapa pendapatannya dalam 1 minggu? Menurut pengakuannya jika hari-hari sedang ramai omset bisa mencapai 4-5 juta per minggu. Saya pikir ada benarnya juga karena barang yang saya beli tadi itu jika tidak pandai menawar harganya bisa 3 x lipat. Jauh-jauh merantau jika hanya meraih untung seribu-dua ribu rupiah untuk satu item rasanya tidak sepadan. Menurut Rustam omset ini masih kalah dengan teman sesama pedagang keliling yang menjual mainan anak serupa gamelan itu. Kelihatannya kurang bernilai tapi nominal yang bisa dihasilkan lebih dari kata lumayan!


Rustam berkisah bahwa sebelum merantau ke Sumatera, dirinya adalah buruh sebuah pabrik yang ada di Sragen. Bermodal nekad dan ajakan teman yang sudah berhasil maka ia mencoba peruntungan berdagangberalih profesi menjadi pedagang sampai ke Medan ini. Dahulu gajinya hanya 800 ribu rupiah saja per bulan, yang sekarang setara dengan penghasilan 3-4 hari saja.



Tidak lama lagi Rustam akan kembali ke jawa, tujuannya bukan sekedar mengobati rindu kepada istri dan anak saja melainkan mengambil barang dagangan lagi karena persediaan mulai menipis. Saya bertanya kenapa tidak memakai sistem barang dikirim saja karena pulang pergi Solo-Medan perlu ongkos yang tidak sedikit? Alasannya adalah resiko mendapatkan barang yang jelek-jelek karena tidak bisa memilih. Barang jelek berarti alamat tidak akan ada yang mau membeli. Lagi pula dengan pulang sendiri, Rustam bisa mengambil sebagian barang terlebih dahulu dimana pembayaran akan dilakukan belakangan. Dan ini biasa dilakukan oleh pedagang lain terhadap orang yang mereka sebut juragan.


Ada sesuatu yang menarik perhatian saya, kayu pikulan milik Rustam ternyata sudah mengadopsi sistem knock-down. Bisa dibongkar pasang! Masih ingat, dahulu jika kebetulan satu angkutan dengan para pedagang keliling maka keranjang dan pikulan bisa menuh-menuhi angkot yang kadang bikin jengkel penumpang lain. Setelah memendekan pikulan, bilah-bilah pikulan itu disusun rapi bersama dengan barang dagangan lain yang sudah disatukan dalam satu keranjang dimana keranjang lain dijadikan penutup. Langkah terakhir adalah membungkusnya dengan kain mirip sarung lalu mengikatnya dengan tali. Benar-benar ringkas dan akan mudah dimasukan kedalam angkot nantinya.

Pertanyaan terakhir saya, apakah ia tidak takut dengan preman yang mungkin akan mengganggu. Jawab menarik keluar dari mulut Rustam,

“Lha dagangannya saya saja benda-benda tajam kayak gitu, mana ada yang berani ganggu..mas. Paling juga ada yang datang minta uang keamanan pasar dan biasa saya kasih 5 ribu, sama seperti pedagang yang lain. Dan itu nggak masalah, itung-itung bagi rejeki..mas.” Tambahnya.


Setelah semuanya beres di-packing Rustam meminta tolong agar saya menjaga barangnya sebentar karena ia hendak membeli pulsa di konter seberang jalan. Kegiatan malam sebelum tidur adalah menelepon keluarga di Karanganyar. Mendengar suara istri dan anak semata wayang tercinta sudah cukup untuk melepas segala kepenatan setelah seharian bekerja. Tidak lama setelah berbincang-bincang, Rustam pun berpamitan karena angkot yang akan membawanya pulang sudah tampak di kejauhan dan kami pun bersalaman.


sumber: http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2013/05/15/merantau-dari-jawa-ke-medan-berpenghasilan-jutaan-minggu-560314.html

[Inspirasi Luar Biasa] Kreatif ala Tukang Becak

Rabu, 27 Februari 2013


Oleh: Mugito Guido



Hari Minggu siang itu saya jalan-jalan ke kota Jombang, Jawa Timur. Tiba-tiba ban motor vespa tua saya bocor. Tidak ada jalan lain kecuali menepi. Untung saja tidak jauh dari tempat itu ada tukang tambal ban. Kalau tidak, saya mesti berjuang lebih keras mencari ‘penyelamat’ ke tempat lain.

Di tempat itu juga ada tiga becak sedang parkir dengan dua orang bapak yang sedang mangkal menunggu penumpang. Mungkin yang seorang sedang pergi sebentar , entah ke mana. Di sebelah kiri tukang tambal ban ada warung kopi. Segera saja saya duduk di bangku warung kopi itu. “Sambil menunggu, sekalian ngopi dulu,” pikir saya.

Sambil sesekali nyruput kopi dari cangkir, saya mengamati “dokter ban” itu melakukan tugasnya. Peralatannya sederhana, cukit besi pembuka ban, gergaji besi bekas, kompon, lem dan tungku pemanas, serta beberapa kunci. Di dekat kotak kayu markas peralatan, ada pompa tangan yang sudah tua dan sebuah kompresor ukuran ¾ PK warna oranye.

Setelah ban luar dibuka, ban dalam dideteksi mana yang bocor. Nah, ketemu sudah! Bagian itu lalu dikerok sedikit dengan gergaji, diberi lem, ditempeli kompon dan masuk ke tungku pemanas untuk beberapa waktu.

Ketika proses pemanasan berlangsung, tiba-tiba ada seorang ibu datang. Rupanya ia minta diantar dengan becak ke suatu tempat. Tukang tambal ban tadi langsung menyambar salah satu becak dan mengangkut penumpang itu.

“Eee … eee… mau ke mana pak ? Gimana dengan ban motor saya ini ?” teriak saya. “Kalau ditinggal pergi terus berapa lama saya mesti menunggu sampeyan (Anda) kembali?”

“Nggih (ya) … ,” cuma itu yang diucapkan bapak itu dan ia terus standing and terbang (maksudnya: genjot dan pergi).

Ternyata salah seorang bapak tukang becak yang lagi nongkrong di situ menggantikan tugas tukang ban. Ia mengangkat ban bocor itu dari tungku pemanas, membersihkan dan mengetes apakah sudah tidak ada yang bocor. Ban dipasang kembali. Motor saya sembuh lagi dan saya siap go on.

Saya bayar ongkos dan mau pergi. Tapi kemudian saya mengurungkan niat saya. Semula yang terlintas dalam benak saya mereka itu cuma saling membantu. Karena ya begitulah kehidupan orang kecil, bisa lebih saling tolong dan saling bantu.

Ternyata saya salah, begini lah ceritanya:

Ketiga orang itu sama-sama bekerja sebagai tukang becak. Mereka menyadari semakin hari semakin susah saja mendapatkan penumpang. Sudah pasti kian sedikit pula uang yang dapat dibawa pulang. Nah, dari pada mereka saling bengong saat menunggu penumpang, mereka sepakat menciptakan diversifikasi usaha.

Mereka secara patungan mengumpulkan sebagian uang dari hasil menarik becak. Uang itu lantas dibelikan peralatan tambal ban. Selain mangkal menunggu penumpang, mereka juga berharap rejeki dari jasa tambal ban.

Cara kerjanya diatur. Yang sedang tidak mendapat urutan untuk mengantar penumpang, ia harus stand by di markas. Tidak untuk tidur, tapi untuk menambal ban bila ada orang membutuhkan jasanya. Demikianlah seterusnya, yang sudah dapat penumpang mesti balik lagi dan siap ganti jadi tukang ban. Jadi, selain sebagai tukang becak mereka juga jadi tukang tambal ban. Hasil dari menambal ban ini dibagi tiga.

“Lumayan mas, bisa untuk menyangga dandang (periuk nasi) di dapur,” ujar salah satu dari mereka.

Saya tersenyum. Wah, kreatif juga mereka ya memanfaatkan waktu luangnya. Belajar hal yang baik bisa kepada siapa saja, termasuk kepada bapak tukang becak ini.

****

Sumber: http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/02/26/belajar-kreatif-dari-tukang-becak-537461.html

[Inspirasi Luar Biasa] Gadis Muda Ini Perbaiki Mobil Tua Sendiri

Selasa, 26 Februari 2013

Michigan - Beruntunglah para pesohor atau Anda yang mendapatkan mobil sebagai hadiah. Sebab gadis ini harus mati-matian merestorasi sebuah mobil tua untuk dijadikan hadiah ulang tahun bagi dirinya sendiri. Restorasi mobil ini pun dilakukannya seorang diri untuk menghemat biaya bengkel.

Gadis 14 tahun asal Michigan, Amerika Serikat ini memiliki nama Kathryn DiMaria yang sejak tahun lalu berusaha membangun kembali Pontiac Fiero tua untuk menyambut ulang tahunnya ke 16.

Mobil tua yang dia miliki itu benar-benar direstorasi total. Seluruh bagiannya dibongkar dan dibenahi. Usaha restorasi ini terang saja bukanlah hal yang mudah. Apalagi ini dilakukan oleh seorang gadis muda.

Petualangan DiMaria ini dimulai ketika pada usia 12 tahun dia meyakinkan orangtuanya untuk membiarkan dia membeli Pontiac Fiero buatan 1986 yang sudah jompo dengan harga hanya US$ 450.

Dia mengatakan kalau membeli mobil ini akan banyak menghemat uang dibanding membeli mobil baru. Karena itu, dia pun merestorasi sendiri mobil ini. DiMaria sendiri yang mengampelas, mengelas atau melakukan proses sandblasting pada mobilnya.

"Aku ingin membuat mobil ini jadi mobil paling sporty di sekolah," katanya dalam video yang dia unggah.

Terang saja usaha ini membuat banyak pihak kagum. Autobild Amerika bahkan menganugerahinya predikat sebagai 'Woman of the Year 2012'. Dan karena hal itu dan publikasi yang diterimanya, DiMaria banyak mendapat bantuan dari orang-orang seperti bantuan saran dan nasehat terkait perbaikan mobil ini hingga kiriman suku cadang mobilnya.

DiMaria bahkan sempat mendapat kesempatan untuk bertemu dengan dua insinyur wanita dari General Motors yang ikut serta membangun Pontiac Fiero di awal kelahirannya dahulu.

****

[Inspirasi Luar Biasa] Wahono: Penjual Tanaman Hias Kreatif, Omzet Rp 400.000/hari


Say it with flower. - Katakanlah dengan bunga.

Karena bunga mungkin dapat mewakili sejuta makna yang tak tersentuh kata.

Pemahaman tentang daya gugah romantis dalam bunga inilah bisa jadi telah membuka mata Wahono, pemuda kreatif yang jeli melihat peluang pasar.


13618095101802410326

Senin sore (25 / 02) perantau yang berasal dari daerah Tawangmangu, Solo itu tampak telaten menata berbagai jenis tanaman hias dagangannya. Sebentar kemudian ia duduk lagi di batu pembatas jalan dimana di seberangnya ada bekas kantor Bank BTN Kota Jambi. Di belakangnya menjajar pagar besi yang tak terlalu tinggi, dan jika kita melongok ke bawah melaluinya maka akan tampak suasana manis pasar tradisional terbesar di Jambi, Angso Duo. Lalu lintas seperti biasa. Tidak ada kemacetan, hanya sesekali asap hitam nan eksentrik mengandung karbonmonoksida iseng melenggang di ruang udara. Seperti kentut raksasa yang habis melahap arang kayu, sembarangan dalam pola semburannya, semena-mena keluar dari knalpot mobil berbahan bakar solar.

Seorang pembeli datang menghampirinya. Lelaki berhidung mancung dengan wajah tirus tapi manis kepalanya ditutupi topi hitam polos. Calon pembeli yang agaknya tertarik dengan barang dagangan Wahono.

Ia pun lantas berdiri dan ramah melayani.

“Mas, ini jambu biji daun merah, ya?” tanya si pembeli penasaran.

“Iya, Mas..” katanya sembari tersenyum layaknya sikap ramah-tamah pedagang, “Yang ini jambu biji lengkeng.” Si calon pembeli tampak berkerut dahinya. Mungkin ia baru mendengar nama tanaman buah ‘jambu biji lengkeng’ itu.

“Jambu biji lengkeng? Maksudnya, Mas?”

“Jambu biji yang buahnya sebesar lengkeng, Mas..” terangnya dengan sabar. Bahkan ibu jari dan telunjuknya ikut menjelaskan dengan membentuk lingkaran sebesar lengkeng pingpong. Wajahnya tetap enak dilihat karena selalu dihias senyum bersahabat. Efeknya bagai burung pelatuk, si calon pembeli mengangguk-anggukkan kepalanya beberapa kali.

“Saya sedang cari jambu biji daun merah, Mas. Seperti inilah,” tunjuk si calon pembeli mengungkapkan minatnya dengan baik dan benar tanpa malu-malu.

“Ya, kalau begitu ambil saja yang ini.”

“Berapa?”

“Murah, kok, Mas, tiga puluh lima ribu.” Si calon pembeli dahinya mengernyit.

“Sepuluh ribu aja gimana, Mas?” si calon pembeli menawar lebih dari separuh harga jual.

“Wah, hehehe..” seloroh Wahono spontan, “Belum dapatlah, Mas. Dua puluh ribu bisalah.” Dalam hatinya ia mungkin berkata mimpi apa aku semalam ketemu pembeli lihai seperti ini.

“Lima belas ribu, boleh ya, Mas? Saya ambil yang satu ini.”

“Ambilnya dua, sih, Mas. Sama jambu lengkeng itu. Jadinya tiga puluh ribu, ya?” Tak mau kalah dengan siasat pembeli lihainya, Wahono masih dengan senyum ramahnya merayu.

Akhirnya, terjadi kesepakatan jual-beli sore itu. Pedagang tanaman hias itu terlihat menerima pembayaran.
Begitulah percakapan saya dengan seorang perantau mandiri dari Pulau Jawa, yang mampu melihat peluang emas dari perdagangan tanaman hias.

Wahono, pemuda yang mengadu nasib di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah sedang berupaya menerapkan apa yang dikatakan banyak ahli sebagai ekonomi kreatif.

Dengan pekerjaannya sebagai penjual tanaman hias, ia bisa mendapatkan omset setiap harinya 400 - 500 ribu rupiah. Maka, jika dikalikan dengan 30 hari, pendapatannya bisa mencapai 12 - 15 juta rupiah. Angka yang cukup besar untuk menunjang kebutuhan hidupnya secara layak.

Tetapi, jangan berprasangka dulu Wahono akan menghambur-hamburkan penghasilannya yang lumayan itu. Ia selalu ingat keluarganya di Tawangmangu sana. Maka, bersama keempat sejawatnya tiap dua bulan sekali pulang kampung membawa uang untuk orang-orang yang dicintai menjadi rutinitas wajib.

Wahono memiliki survival mentality khas para perantau. Ia tak mau berdiam diri, tekun berusaha tanpa kenal kata menyerah, memberdayakan diri. Dan, ketika ia mampu melihat peluang emas usaha, ia tak lupa diri. Baginya keringat yang keluar dari memikul dua keranjang berisi tanaman hiasnya keliling Kota Jambi, seperti mutiara embun mengalir, membasuh kalbunya agar senantiasa bersih bercahaya. Tentunya ia layak mendapat penghargaan sebagai rakyat kecil yang berjuang dengan segala daya upayanya. Sudah pasti di malam hari tidurnya di rumah kontrakan pasti lelap tak terusik, tanpa ketakutan dikejar petugas KPK. Sebab, ia makan nasi, merokok, mengirim uang ke kampung halaman untuk sanak-keluarga tercinta yang uangnya didapat dari keringat getihnya sendiri. Bukan hasil korupsi!

Saya tercenung melihat kemandirian dan merasakan kemuliaan hati pemuda kreatif Wahono. Saya jadi teringat baris-baris pasal V dalam Gurindam 12 karya Raja Ali Haji yang berisi pemikiran agung penuh nasehat itu.
 
Jika hendak mengenal orang yang mulia,
lihatlah kepada kelakuan dia.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
di dalam dunia mengambil bekal.


Dan, sungguh pelaksanaannya tengah dilakukan seorang perantau dari daerah Tawangmangu Solo di hadapan saya sore tadi.

****************

[Inspirasi Luar Biasa] Jessica Cox, Pilot Pertama di Dunia Tanpa Lengan

Minggu, 24 Februari 2013




Jessica Cox, berusia  25 tahun, adalah seorang gadis yang lahir tanpa lengan kelahiran Tucson Arizona berhasil mendapatkan sertifikasi sebagai Pilot Sport. Dia menjadi orang pertama yang mendapatkan lisensi untuk mengemudikan pesawat dengan menggunakan kakinya.

Meski lahir tanpa lengan Jessica Cox tidak menghalangi dia melakukan apapun kecuali mengucapkan kata TIDAK BISA.  

Usahanya untuk mendapatkan sertifikasi sebagai seorang Pilot Sport (untuk pesawat olah raga ringan) mengharuskan dirinya mengemudikan pesawat dengan kedua kakinya dengan cekatan mengatur panel kontrol. Dia harus bisa menerbangkan pesawat hingga mencapai ketinggian 10.000 kaki agar bisa lulus dari ujian sertifikasi tersebut.

"Dia seorang pilot yang baik. Dia luar biasa tangguh," kata Parrish Traweek, 42, instruktur terbang di Bandara Ray Blair, San Manuel. "Sukses bukanlah sesuatu yang harus ditunggu, tetapi adalah sesuatu yang harus di raih dengan kerja keras.”


****

Dari berbagai sumber:
Gambar: DoctorNepal 
foto-foto lainnya bisa dilihat di sini

[Inspirasi Luar Biasa] Pengemis Jujur Dapat Hadiah Sumbangan Rp1,1 Miliar

Sabtu, 23 Februari 2013


Seorang pengemis yang jujur di Amerika Serikat mengembalikan sebuah cincin berlian milik seorang wanita di jalanan negara bagian Missouri. Akibat kejujurannya ini, dia mendapatkan balasan yang luar biasa besarnya dari orang-orang di seluruh dunia.

Diberitakan CNN, Sabtu 23 Februari 2013, peristiwa ini terjadi saat Sarah Darling dari Kansas City melepaskan cincin berliannya karena iritasi. Cincin berlian itu kemudian dimasukkannya ke dalam dompetnya.

Saat itu, ada seorang pengemis, Billy Ray Harris. Darling yang memberikannya uang koin kepada Harris. Namun, cincin berliannya yang berharga itu ikut jatuh ke dalam gelas kertas yang dipegang Harris.

Darling baru menyadarinya keesokan harinya. Panik luar biasa, dia membongkar seluruh isi tasnya. "Sangat buruk, nilainya jauh lebih bernilai ketimbang harganya," kata dia.

Dia teringat Harris dan kembali mencari lelaki tua itu di tempatnya kemarin bertemu. Harris sudah tidak ada, Darling semakin panik. Keesokan harinya, dia kembali lagi dan menemukan Harris duduk di tempat sebelumnya.

"Saya tanya kepada dia 'apakah Anda ingat saya, saya tidak sengaja memberikan sesuatu yang sangat berharga bagi saya,' dan dia berkata 'apakah itu cincin? Ya, saya sengaja menyimpannya jika kau kembali lagi'," kenang Darling.

Harris bisa saja menjual cincin tersebut dan menggunakannya untuk makan atau membeli keperluannya sehari-hari. Namun, lelaki tunawisma ini tetap menyimpannya selama dua hari untuk dikembalikan pada pemiliknya.

Sumbangan Online

Tindakan Harris ini menyentuh Darling dan suaminya. Keduanya lantas menggagas bantuan online untuk Harris di situs giveforward.com. Cerita Darling ini membuat ribuan orang dari seluruh dunia ikut menyumbang.

"Di kehidupan ini, semua pasti ada balasannya. Billy, kebaikanmu yang manis, walaupun kau sendiri kesusahan, membuktikan masih ada kemanusiaan di dunia ini. Kau adalah contoh terbaik," kata seorang penyumbang Chris dan Mel dari Inggris yang memberikan US$20 atau setara Rp194.000.

"Saya dari Singapura dan saya bersyukur atas kejujuran Anda," tulis penyumbang lainnya dari Singapura, Wong Zen-na, yang memberikan US$10 (Rp97.000).

Sumbangan ini akan terbuka selama 90 hari. Saat berita ini diturunkan, sudah delapan hari sumbangan dibuka, 4.753 orang yang menyumbang dengan total senilai US$120.383 setara Rp1,173 miliar.

Mendengar perihal sumbangan ini, Harris mengaku terkejut. Dia merasa tindakannya tidak luar biasa dan seharusnya memang dia lakukan.

"Saya kaget mendengarnya, saya menyukainya, tapi saya kira saya tidak pantas mendapatkannya. Apa yang saya rasakan adalah, 'seperti apa dunia ini jika seseorang mengembalikan sesuatu yang bukan miliknya dan ini yang terjadi?'," kata Harris.

************

Sumber: http://dunia.news.viva.co.id/news/read/392789-pengemis-jujur-dapat-hadiah-sumbangan-rp1-1-miliar

Kalimat Inspirasi

 

© Copyright Situs Motivasi dan Inspirasi 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.